Tuesday, March 15, 2016

Pengalaman Kendala dengan JNE (Bagian 1)

Sejak terjun ke dunia bisnis online, mau nggak mau saya harus berurusan dengan jasa ekspedisi untuk mengirim pesanan. Jasa ekspedisi yang saya pakai kebetulah adalah JNE. Namun semua nggak berjalan lancar begitu saja. Selama tujuh bulan ini ternyata cukup sering saya harus menelepon customer service JNE untuk mengurus kendala-kendala pengiriman yang terjadi, sampai-sampai saya hafal lagu JNE yang selalu diputar sebagai nada tunggu. Disini saya akan menceritakan dua kendala terbesar yang pernah saya alami.

1. November  2015

Kejadian ini terjadi pada akhir bulan November 2015. Saat itu saya memesan barang bernilai 7 digit kepada supplier saya. Supplier saya telah mengkonfirmasi barang telah dikirim pada Jumat tanggal 27. Estimasi saya, barang akan sampai keesokan harinya (Sabtu/28) atau (Senin/30) karena memang biasanya waktu pengirimannya 1-2 hari. Saya belum bisa mengecek nomor resi karena memang supplier saya biasa memberikan resi H+3 pengiriman.

Hari itu (Senin/30), barang saya belum juga sampai, maka saya meminta nomor resi kepada supplier saya untuk mengecek keberadaan barang. Setelah saya cek, ternyata status JNE menunjukkan bahwa barang saya DELIVERED dan RECEIVED BY AMBARLI pada hari Sabtu/28 pukul 18an WIB. Padahal saya sama sekali belum menerima barang tersebut. Sangat kaget, saya pun langsung menanyai orang-orang seisi rumah apakah mereka menerima paket pada hari Sabtu/28, karena kebetulan pada saat itu saya sedang pergi. Seisi rumah saya pun gempar dan mulai menyuarakan asumsi-asumsi yang mungkin terjadi, karena memang tidak ada yang menerima paket, dan merekapun yakin bahwa mereka selalu standby dirumah.

Memang biasanya kurir JNE tidak selalu menghantarkan barang sampai diterima oleh orang rumah saya. Kadang ia tidak membunyikan bel dan langsung masuk ke garasi dan meletakkan paket diatas kap mobil saya. Namun, karena hari Sabtu/18 mobilnya sedang tidak ada, maka kamipun bertanya-tanya, apakah kurir JNE meletakkan barang kami sembarangan? Kami langsung mencari di sekitar garasi dan halaman depan rumah, tetapi nihil. Apakah barang tersebut diletakkan sembarangan kemudian diambil orang? Ah, tetapi rasanya agak aneh ada orang disekitar rumah saya yang mau mengambil kardus berisikan penuh lipstik. Bukan barang yang layak dicuri seperti gadget.

Akhirnya saya pun menghubungi customer care JNE (Senin/30). Sekali menelepon, saya ditanya mengenai alamat lengkap dan nomor telepon lain yang bisa dihubungi jawaban intinya hanya "nanti kami buatkan laporan dan akan kami hubungi lagi". Selain itu, saya juga mengirim email ke JNE tapi boro-boro direspon. Saya juga meminta tolong kepada supplier saya untuk mengajukan komplain ke JNE, dan mereka bilang telah mengajukan hard complain juga. Saya berharap dengan gencarnya follow up dari pihak pengirim dan penerima, masalah ini akan ditindaklanjuti oleh JNE, karena memang nilai barangnya lumayan besar, Kemudian, pacar saya mencoba menelepon untuk kedua kalinya pada malam harinya, dan jawabannya katanya akan ditelusuri letak barangnya ada dimana, apakah ada di gudang atau dimana, dan akan dikabari lagi.

Keesokan harinya (Selasa/01) pagi, papa saya mendengar tentang kejadian ini dan beliau pun turut membantu. Kebetulan, beliau punya koneksi seseorang yang punya kenalan orang dalam JNE dan kebetulan, kantor papa saya di daerah tomang, berdekatan dengan kantor pusat JNE, sehingga rekan papa saya tersebut mendatangi JNE pusat (dengan seragam 'ijo'). Bersamaan dengan itu, saya juga terus memfollow up dengan telepon ke JNE. Ketiga kalinya menelepon, JNE menanyakan deskripsi bentuk paket, isi paket, dll. Siang harinya, sekitar jam 11, JNE menelepon saya dan mengabarkan bahwa paket saya ternyata masih berada di gudang dan akan diantarkan kembali. Satu jam kemudian, paket saya sampai bersamaan dengan paket lain yang saya pesan. Tidak diantarkan ke tangan saya, namun lagi-lagi hanya diletakkan di kap mobil.

Kondisi paket saya sudah terbuka plastik JNE nya dan sudah dibuka kardusnya lalu ditutup lagi sekenanya. Namun alhamdulillah, isinya lengkap dan tidak ada kecacatan. Alhamdulillah paket saya akhirnya sampai ke tangan saya. Namun proses ini baru ditindaklanjuti dengan cepat dan serius ketika ada bantuan dari seragam 'ijo'. Sayang sekali. Setelah itu, saya menelepon JNE dan mengabarkan bahwa paket tersebut telah sampai, dan saya komplain bahwa untuk lain kali tolong kurir mengantar sampai ada yang menerima, bukan hanya diletakkan di kap mobil. Namun sepertinya komplain saya hanya dianggap angin lalu, karena hingga saat inipun, paket saya masih sering hanya ditaruh di kap mobil -_-

*kasus kedua akan saya ceritakan di postingan selanjutnya

1 comment:

  1. Sama dong saya juga korban 'disepelein' sama JNE dari tgl 5 statusnya criss cross sampai sekarang tgl 9 belum ada tindakan nyata juga. Setiap di tlp customer care nya jwbnnya adaaaaa aja. Sayang sekali saya ga punya koneksi seragam 'ijo' tersebut makanya sampe skrg complainan saya dicuekin. Twitter @jnecare juga ga bantu, yg di balas & di retweet cuma yg bagus2 aja. Udah ilfeellah sama JNE ����������

    ReplyDelete