Tuesday, May 10, 2016

Pengalaman Kendala dengan JNE (Bagian 2)

2. Desember 2015

Dari tulisan sebelumnya, terlihat bahwa paket yang kita kirim melalui jasa ekspedisi seperti JNE ini memang rawan hilang. Entah itu salah kirim, hilang tiba-tiba, dan lain-lain. Karena itu, saya tidak mau meresikokan paket saya, apalagi yang bernilai tujuh digit. Maka pada tanggal 29 Desember 2015, ketika supplier saya mengirimkan paket, saya mengasuransikannya. Sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bisa diganti rugi secara penuh. 
Oh iya, asuransi ini penting loh jika harga paket kita lebih dari 10x ongkos kirim. Misalnya kita mengirim paket senilai Rp 500.000 dengan JNE Reg dari Jakarta ke Jakarta (1kg), maka ongkos kirimnya Rp 9.000. Apabila paket kita sewaktu-waktu hilang, JNE hanya akan mengganti uang kita sebesar 10x ongkos kirim, atau dengan kata lain hanya Rp 90.000. Dan kita tidak berhak menuntut JNE akan hal itu, karena memang sudah ketentuannya begitu dari awal. Sedangkan, jika kita mengasuransikan paket kita, maka jika hilang akan diganti secara penuh (sesuai dengan harga yang kita informasikan ketika asuransi).

Kembali lagi ke tanggal 29 Desember 2015. Supplier saya mengirim paket untuk saya dari Depok ke Jakarta, dan paket tersebut diasuransikan. Keesokan harinya (30/12), saya memonitor nomor resi saya. Situs JNE menunjukkan bahwa paket saya sudah "manifested" di Jakarta sejak tengah malam tadi. Hal ini berarti paket saya sudah sampai di gudang Jakarta, sehingga tinggal menunggu pengiriman oleh kurir ke rumah saya. Biasanya, pengiriman hanya membutuhkan waktu 1-2 hari, sehingga saya optimis mungkin paling lama paket saya akan sampai esoknya (31/12). Namun, paket saya tak kunjung datang. Maka pada malam itu, saya menghubungi JNE. Setelah ditelusuri, customer care JNE berkata bahwa benar paket saya ada di gudang namun belum diantar, dan dijadwalkan untuk diantar besoknya (01/01). Keesokan harinya, saya menunggu seharian. Namun sampai malam paket itu tak kunjung datang. Maka saya kembali menghubungi JNE. Lagi-lagi jawabannya sama, paketnya masih digudang dan dijadwalkan diantar besok. Karena terus menerus seperti itu, sedangkan paket itu penting dan saya takut jika kelamaan di gudang akan hilang, maka saya akhirnya bilang ke customer care JNE bahwa saya ingin mengambil paket saya sendiri esoknya (02/01).

Karena kediaman saya di Jakarta Timur, maka saya bertanya letak gudang JNE Jakarta Timur, yang ternyata berada di Jatinegara. Setelah mencari tau, esoknya (02/01), saya ke gudang Jatinegara. Tidak sulit mencarinya, karena gudangnya ada di pinggir Jl. D.I Pandjaitan, setelah kantor kecamatan Jatinegara. Namun, hati-hati jangan sampai kelewatan, karena pintu masuk JNE nya kecil. Setelah masuk ke area dan parkir, saya masuk ke ruangan yang memang dikhususkan bagi mereka yang ingin mengambil paketnya sendiri. Saya menulis nomor resi, kemudian petugasnya pergi mencarikan paket saya. Sementara itu, saya menunggu di ruangan itu. Setelah sekitar 15 menit, petugasnya pun kembali lagi bersama paket saya (yeay!).

Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata memang kurir yang biasa mengantar ke sekitar rumah saya, sedang cuti natal dan tahun baru. Sehingga belum ada yang mengantar. Soal customer care JNE yang bilang "akan dikirim besok" itu ternyata PHP karena kenyataannya memang belum ada kurirnya.

Berikut sedikit saran tentang pengiriman paket menggunakan JNE:

1) Barang yang harganya lebih dari 10x lipat ongkos kirim, diasuransikan sesuai harga aslinya. Hal ini merupakan langkah pencegahan. Dan apabila paketnya memang penting dan ingin lekas sampai, gunakan layanan JNE YES, karena layanan ini diprioritaskan.

2) Selalu memonitor status kiriman. Agar jika ada kendala seperti pada tulisan sebelumnya, dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

3) Jika barang tidak sampai-sampai, yang pertama harus dilakukan adalah memastika ke pengirim/penerima bahwa alamat yang tercantum sudah benar dan pastikan barang memang belum diterima oleh siapapun. Setelah pasti, cobalah untuk menelepon customer care JNE (021) 2927 8888

4) Jika barang sudah dipastikan ada di gudang, dan kamu butuh cepat, lebih baik langsung ambil saja barang tersebut ke gudangnya.

5) Jika barang kamu statusnya masih belum jelas, jangan malu untuk terus meminta status ke JNE setiap harinya. Tentunya dengan tetap sopan ya, jangan marah-marah ke customer care :) Pantau terus perkembangannya, jangan sampai paketmu terlupakan.

6) Kalau bisa, minimalkan pengiriman paket pada saat sekitaran hari raya dan long weekend. Karena banyak petugas yang cuti, dan paket dari orang-orang juga membludak. Usahakan mengirim paket untuk hari raya jauh-jauh hari sebelum itu.

Sekian, semoga tulisan ini bisa membantu ya :)

No comments:

Post a Comment