Tuesday, February 7, 2017

#arliqbalmoment Part 2 (Akad Nikah & Resepsi)

Sabtu, 13 Agustus 2016

Pagi yang sibuk. Sehabis Subuh, rumah sudah rapi menyambut kedatangan keluarga-keluarga jauh dari Ponorogo. Senang rasanya bisa berkumpul bersama di Jakarta. Lebih senang lagi karena tau bahwa alasan kedatangan mereka itu karena kita. Gak hanya keluarga dari Ponorogo, nenek tercinta (mamah ati) pun datang sambil membawa berbagai macam bunga hasil belanja di Rawabelong malam sebelumnya. Dengan cekatan, mamah ati langsung merangkai bunga-bunga itu, membuat wedding bouquet yang sangat cantik untuk Arli serta menata bunga untuk kamar pengantin. Arli udah bilang sebelumnya bahwa Arli nggak akan menghabiskan malam pertama di kamar itu karena mau langsung honey moon, tapi mamah ati tetep kekeuh, katanya "Nggak apa-apa, nanti kan sepulang dari sana kamarnya masih wangi. Buat malam ini juga, supaya calon pengantinnya bisa tidur nyenyak" <3

(kiri: bunga kamar pengantin; kanan: wedding bouquet)

Siangnya, rumah mulai sepi karena keluarga Ponorogo lagi diajak wisata Jakarta hehehe. Mumpung lagi sepi, jadi Arli bisa hena-an. Didatengin ke rumah sama sist Sabika (@sabikaamanyhenna). Tau sist Sabika ini gara-gara dulu dia sering beli lipstik di online shop Arli (@zayna_store), dan dulu dia pernah promosi tentang henna nya tapi Arli nya belum pingin nikah. Nah, pas pingin nikah, akhirnya teringat tentang henna. Ingetnya mepet, tapi Alhamdulillah ternyata jadwalnya masih kosong jadi bisa kerumah H-1. Orangnya ramah banget dan I'm so much in love with the result! <3 Terus juga dikasih kelap kelip untuk mempercantik gitu untuk ditempel di tangan besok pas nikah.

(Hasil henna @sabikaamanyhenna)

Malamnya, Mama, Papa, dan Saras survey ke lokasi pernikahan kami untuk memantau pengerjaan dekorasi. Alhamdulillah, hari Sabtu malam itu nggak ada yang pakai gedungnya, jadi sudah mulai bisa didekorasi dari malam. Arli nggak ikut karena biar calon pengantin bisa cepet tidur karena besok bakal capek katanya.

Minggu, 14 Agustus 2016

Akhirnya pagi juga, setelah semalaman tidur nggak nyenyak (antara excited, deg-degan, dan sedikit gak percaya kalau malam itu terakhir kalinya tidur sendirian as a single). Bangun jam 3 pagi tanpa ada yang bangunin dan tanpa alarm (se-nggak-nyenyak-itu tidurnya). Langsung mandi, pakai baju ala kadarnya, tanpa dandan sama sekali (karena mau didandanin). Tak lupa bawa wedding bouquet yang kemarin, dan bawa perlengkapan untuk honey moon (karena rencananya pulang dari gedung nggak pulang ke rumah lagi).

Sampailah di Gedung/Aula Dharmagati Ditbekang-AD (di Kramat Jati) sebelum adzan Subuh. Karena Mbak Astrid (sepupu & MUA) dan Bude Yati (Bude & MUA) belum datang, kita sempat lihat-lihat dekorasi dulu dan Arli benar-benar kagum sama dekorasinya karena benar-benar diluar ekspektasi. Thanks to Mba Aisyah (Aisyah Catering) yang kebal dicerewetin sama mama yang pingin ini pingin itu (pingin bunganya seger-seger, pingin bunganya dirangkainya mengkel-mengkel, pingin pelaminan gebyok, pingin gak pake palem, pingin gak usah ada dekor foto-foto, dll dll), tapi ternyata beneran bisa terwujud. Bahkan di pagi itu, mba Aisyah masih ngasih opsi "Bu, itu gimana pelaminannya? Ada yang kurang srek, nggak?". Dan sesuatu yang kurang srek itu ternyata bisa diperbaiki langsung. Ah, pokoknya suka banget sama dekornya! <3





Setelah Subuh, Mba Astrid dan Bude Yati akhirnya datang. Kita bertiga langsung sibuk di ruang rias pengantin. Sedangkan Mama, Papa, dan Saras ada di ruangan yang berbeda dan dirias oleh timnya Bude Yati. Make up nya benar-benar detail dan bikin flawless padahal waktu itu lagi ada jerawat super gede yang bikin Mba Astrid kerepotan hehe. Habis rias, langsung pakai baju akad yang dibawakan juga sama Bude Yati. Tak lupa juga nempelin kelap-kelip yang dikasih sama sist Sabika kemarin di tangan. Setelah ganti baju, Mas Agus sama Mas Hendry dari Prigel Foto (@prigelfoto) masuk ke ruang rias pengantin untuk mendokumentasikan proses rias. Mas Agus sibuk foto-foto, sedangkan Mas Hendry sibuk rekam video. 

Tiba-tiba, pas kita belum selesai-selesai banget, udah ada kabar kalau pengantin pria dan keluarganya udah datang. Langsung deg-degan dan dikebut deh finishingnya (tapi memang sudah mau selesai sih). Di luar sana, prosesi pernikahan sudah dimulai. Prosesi pernikahan kita simple. Kita memang ingin ada sentuhan adat Jawa, tapi nggak semuanya adat Jawa kita ambil. Sudah disesuaikan sedemikian rupa supaya simple. Oh iya, dalam menjalani prosesi pun kita belum pernah gladi resik, jadi benar-benar nggak tau harus apa harus apa. Untungnya, ada Pak Paryoto (MC berpengalaman rekomendasi Bude Yati). Dia benar-benar hapal susunan acaranya dan memandu acara dengan baik. Oia saat prosesi dimulai, penghulu belum datang. Tapi Alhamdulillah penghulu datang tepat sebelum pengantin pria, papa, dan saksi tiba di meja. 

Setelah pengantin pria, papa, penghulu, dan saksi sudah menempati posisi, barulah Arli dijemput ke posisi oleh Mama. Saat itu benar-benar kikuk, deg-degan, sambil mencoba melihat sekeliling sebanyak mungkin (pingin tau siapa aja sahabat-sahabat yang datang di akad). Ternyata banyak yang datang saat akad dan banyak wajah-wajah sahabat yang menenangkan hati yang deg-degan dan bikin senyum. Se-berharga-itu kehadiran mereka buat gue walaupun belum bisa menyapa mereka langsung satu persatu :') Sebelum akad, Arli membacakan permohonan ijin ke Papa. Nah ini momen dimana orang-orang banyak mulai nangis-nangis. Tapi karena Papa ekspresinya cool dan memang hubungan Arli dan beliau itu bukan tipe hubungan yang drama dan romantis, jadilah Arli nggak nangis, Tapi tangisan itu nggak bisa ditahan saat disuruh ijin ke mama dan dipeluk mama. Belum apa-apa udah berkaca-kaca cuma gara-gara mama bilang "hati-hati ya, nduk". Berasa banget mau 'pisah' nya walaupun rencananya Arli dan Iqbal masih tinggal bareng mama papa. 

Setelah permohonan ijin, akhirnya berlangsunglah akad nikah. Alhamdulillah, akhirnya kami sah menjadi sepasang suami istri dan hal ini sulit diungkapkan dengan kata-kata sih sebenernya. Rasanya.. gitu deh pokoknya kalian yang belum nikah nanti pasti bakal ngerasain that magical feeling. Kalau yang udah nikah, pasti tau gimana rasanya :) Cuma bisa bersyukur dan tersenyum lega Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah..




Setelah akad, tiba-tiba diumumkan ada acara sungkeman. Nah! yang ini benar-benar belum dikasih tau sebelumnya! Agak-agak deg-degan dan kikuk karena gak tau harus ngapain. Bahkan pas mau sungkeman, sempat diledek sama orang-orang "itu istrinya digandeng dong, udah sah kok" hahaha. Tapi ternyata sungkeman itu memang gak butuh latihan ataupun teori-teori. Semua berjalan natural, apa adanya, dan benar-benar dari hati. Sebuah momen yang sangat menguras perasaan dan udah nggak peduli itu make up luntur atau enggak (untungnya enggak). Setelah acara sungkeman, karena waktunya mepet, jadi nggak bisa banyak foto-foto. Harus segera kembali ke ruang rias untuk persiapan resepsi.


Sekarang di ruang rias pengantin bukan hanya ada Arli, Bude Yati, dan Mba Astrid, tapi juga ada Iqbal. Sebelum ganti baju, sempat foto-foto lagi sama Iqbal di ruang rias karena memang belum ada foto pengantin ala-ala gitu karena waktunya mepet. Baru setelah itu ganti baju, dan touch up. Sambil di rias, sambil disuapin makan sama Desum (yang ngurusin Arli dari kecil). Terharu, dari kecil sampai nikah masih aja disuapin Desum :') Sementara itu, tamu-tamu yang lain juga menikmati konsumsi akad (soto banjar, aneka kue, teh, kopi, air putih). Waktu itu disiapkan 200 porsi, tapi deg-degan takut kurang juga karena ternyata banyak yang datang akad (Alhamdulillah). 


Untuk riasan resepsi ini, pakai bajunya baju Jawa. Tapi untuk hiasan kepalanya, dimodifikasi sama Bude Yati. Kata Bude Yati, bentuk muka Arli kurang cocok untuk pakai paes. Jadinya sama Bude dikasih hiasan kepala aja. Ada bagian hiasan kepala dari Aceh, ada bagian hiasan kepala dari Betawi, dan ada bagian hiasan kepala dari Jawa itu sendiri. Kenapa Aceh, Betawi, dan Jawa? Karena keluarga Iqbal asalnya dari Aceh dan Betawi, sedangkan keluarga Arli dari Jawa. Nah, yang mengira itu hiasan kepala pengantin Sunda, salah ya! hehehe. Kalau diperhatikan, memang beda kok sama Sunda! :) Pakai baju resepsi itu berasa banget jadi Putri ala-ala hehehe. Jangan lupa sambil bawa wedding bouquet yang dibikinin Mamah Ati (walaupun sebenarnya Mba Aisyah juga nyiapin bouquet, udah sepaket sama dekorasi). Setelah itu, foto-foto dulu di background foto yang sudah disiapkan oleh prigel foto. Setelah itu baru mulai iring-iringan untuk masuk gedung.




Sewaktu masuk gedung, yang dirasakan benar-benar bahagia! Sepanjang jalan menuju pelaminan, di kanan dan kiri banyak orang-orang yang wajahnya familiar sahabat-sahabat, teman-teman yang sudah lama tak jumpa. Mereka ikut bahagia dan tersenyum menyambut, beberapa sambil sibuk mengambil foto dengan excited nya. Dan Arli melewati mereka sambil bergandengan tangan dengan pria pilihan Arli. Best feeling ever


Barulah setelah sampai ke pelaminan, bisa bertegur sapa dengan orang-orang yang datang. Alhamdulillah banyak yang datang walaupun ternyata di luar hujan. Berfoto bersama para undangan, teman-teman, saudara. Tim prigel foto sabar banget memfoto kami dan para undangan yang banyak banget. Bahagia sekali rasanya. Bahkan untuk foto berdua sama Iqbal aja susah banget curi-curi waktunya karena tamu terus berdatangan. Selama itu, Aisyah Catering juga dengan sigap mencukupi kebutuhan konsumsi dengan berbagai menu yang Alhamdulillah nggak habis sampai akhir acara (hal ini yang paling bikin Arli dan keluarga deg-degan, takut ada yang nggak kebagian makanan. Tapi Alhamdulillah nggak terjadi). Di akhir acara pun masih bisa banyak dibungkus dan dibawa pulang.


Akhirnya dua jam berlalu begitu cepatnya. Setelah tamu habis, prigel foto memfoto kami berdua kemudian membuat video closing. Barulah kami turun pelaminan dan makan di tempat VIP. Alhamdulillah akhirnya selesai menahan lapar. Selesailah acara pernikahan kami. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Benar-benar semua ini diluar ekspektasi dan bisa terjadi hanya karena Ridho Allah SWT. 

Terimakasih untuk Bude Yati, Mba Astrid, Mba Mia yang udah bantu Arli dan keluarga jadi cantik dan ganteng. Terimakasih Mba Aisyah untuk dekorasi dan cateringnya. Terimakasih untuk Mas Agus dan kawan-kawan dari Prigel Foto yang mengabadikan momen ini dengan baik. Terimakasih Pak Nur Ali koordinator gedung yang benar-benar banyak membantu (dari mulai memastikan AC nggak rusak, mengontrol pengerjaan dekorasi, bantu pasang-pasang janur, dll). Terimakasih Pak Muzakir yang udah membantu mengurus berkas-berkas ke KUA, Terimakasih Tante Hartum yang udah menghias hantaran dengan cantiknya. Terimakasih sist Sabika yang udah nge-henna-in. Terimakasih para among tamu dan penerima tamu yang harus berdiri terus sepanjang acara dan menyamput tamu-tamu. Terimakasih koordinator konsumsi. Terimakasih Om Ahdi yang bantu anter kesana sini. Terimakasih saudara-saudara kami yang sangat banyak terlibat dalam acara ini. Terimakasih bridesmaid bridesmaid ku (maaf sebesar sebesarnya nggak bisa punya banyak waktu untuk ngobrol-ngobrol sama kalian hari itu). Terimakasih para undangan yang telah hadir. Pokoknya terimakasih semuanya yang telah terlibat dan nggak bisa disebutkan satu persatu. Kalian berhasil membuat momen terindah untuk Arli dan Iqbal. Terimakasih sudah mengantarkan kami untuk awal perjalanan hidup kami <3 <3 <3

Sekian postingan kali ini semoga dari kisah-kisah ini bisa memberikan informasi dan memberikan manfaat :) Postingan selanjutnya bakal tentang serba-serbi pernikahan (gedung, undangan, souvenir, dll)

9 comments:

  1. Masa aku bacanya pengen nangis li, nangis terharu kok hehe. Doain semoga bisa nyusul :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kaaak :') Aamiin kak semoga segera menyusul di waktu yg terbaik yaaaa :)

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barakallah li :)
      Selalu dalam lindungan Allah SWT :)
      Tetep jd ibu yg tegar & kuat ya..
      Dimudahkan rezekinya
      Semoga mendapat keturunan sholeh & sholeha :) :)

      Hehe terharu akunya li :D
      Doakan semoga bisa nyusul .

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. Aamiin aamiin. Makasih banyaaak doanya hihi semoga segera menyusul, aamiin :) :)

      Delete
    4. Aamiin aamiin. Makasih banyaaak doanya hihi semoga segera menyusul, aamiin :) :)

      Delete
  3. Mbakk mau kontaknya donggg. Mau tanya tanya

    ReplyDelete
  4. Assalammualaykum... mbak, terimakasih sharingnya. sangat membantu saya yg in shaa Allah punya rencana di akhir tahun. kalau boleh, saya mau minta daftar pricelist vebdor2 yg mbak pakai. kalau berkenan, ini email saya mbak ilfiroihan@gmail.com. terimakasih mbak sebelumnya

    ReplyDelete