Tuesday, September 12, 2017

Hamil Trimester Kedua dan Ketiga

Lanjutan dari tulisan sebelumnya

Kehamilan trimester kedua ini jauh lebih nyaman daripada trimester pertama. Dadah dadah dulu sama pusing dan mual muntah. Alhamdulillah jadi bisa makan dan beraktivitas seperti biasanya lagi. Efeknya, berat badan janin yang kemarin kemarin sering kurang, sekarang tercukupi terus setiap kontrol. Berat badan ibunya juga naik terus haha. Kalau soal keluhan, alhamdulillah tidak ada yang berarti. Cuma sakit di tulang ekor kalau kelamaan duduk & sesak di bagian ulu hati. Tapi semua itu masih bisa diatasi hehe.

Perkuliahan masih berjalan seperti biasa dengan tugas-tugas yang bejibun. Tapi alhamdulillah, kelasnya di lantai 1 dan udah gak di lantai 4 lagi. Jadinya gak perlu bolak-balik naik turun tangga sampai pusing-pusing lagi. Enaknya lagi, di kelas ada toilet. Sangat membantu di trimester 2 & 3 yang lagi rajin bolak-balik ke toilet karena pingin BAK.

Yang menarik dari trimester kedua adalah gender reveal! Akhirnya bisa tau jenis kelamin anakku. Ayahnya seneng banget pas tau hasilnya. Kalau aku sih, yang penting normal & sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun. Alhamdulillah hasil pemeriksaan janin selalu bagus. Yang gak bagus malah ibunya. Ketahuannya pas cek darah. HB rendah, bahkan kadar glukosa pun rendah. Setelah itu, dikasih suplemen penambah darah namanya feritrin, disuruh makan telur 3 kali sehari, disuruh banyak makan daging juga. Tapi itu gak berlangsung lama sih, karena lama kelamaan bosen dan enek makan telur melulu.

Hal menarik lainnya adalah mulai belanja perlengkapan bayi. Perlengkapan bayi itu banyak banget dan lucu-lucu. Jadi, harus bikin list hal-hal yang penting aja yaa biar gak berlebihan pas belanja dan biar gak overbudget. Sebagian perlengkapannya aku beli di baby shop, sebagian lainnya beli di online shop. Kenapa online shop? Karena praktis dan gak capek. Sedangkan setiap belanja ke baby shop pasti lupa waktu dan lupa kondisi badan, jadi ujung-ujungnya badan langsung berasa remuk tiap habis belanja.
Kalau kata orang-orang trimester kedua itu adalah masa-masa kehamilan yang paling nyaman. Ternyata itu beneran terasa di aku. Saking nyamannya sampai berasa cepet banget berlalunya, tiba-tiba udah masuk trimester ketiga aja.

Di trimester ketiga, yang aku rasain juga tetap lebih nyaman daripada trimester pertama. Di trimester ini udah kelihatan hamilnya. Perubahan ukuran perut ibunya & ukuran janin benar-benar sangat signifikan. Gerakan ibunya jadi mulai melambat. Gerakan janin di dalam perut berbeda jika dibandingkan dengan trimester kedua. Kalau sebelumnya gerakan dia banyak menendang kesana kemari, sekarang cuma kayak peregangan aja. Mungkin karena mulai kesempitan di dalam sana :D

Kegiatan kuliah di trimester ini berkurang karena lagi libur. Alhamdulillah jadi bisa sering jalan pagi. Jalan kaki sangat dianjurkan di trimester ketiga ini. Tapi, pastikan dulu posisi janin sudah sesuai ya (kepala di bawah). Karena kalau belum, jalan kaki gak terlalu berpengaruh. Kalau posisi belum sesuai, dianjurkan untuk sering melakukan gerakan sujud. Setelah kepala janin di bawah, baru perbanyak jalan pagi. Gak perlu lama-lama, cukup 30 menit setiap harinya. Semakin mendekati persalinan, ditambah jadi 2x30 menit sehari (pagi dan sore). Selain itu, aku juga ikut senam hamil mulai UK 32w. Aku ikut senam hamil di RS Harapan Bunda karena dekat rumah. Disana mengadakan senam hamil setiap Kamis & Sabtu jam 10.00 WIB dengan biaya 25.000 per sesi. Senam hamil ini idealnya dilakukan setiap hari di rumah.

Oia sejak bulan ketujuh, aku sudah gak kontrol ke RS lagi. Karena pemeriksaan sejauh ini baik-baik aja, aku berharap bisa lahiran normal di bidan. Jadi, mulai saat itu aku coba kontrol ke bidan dan ternyata beda banget. Aku melanjutkan kontrol di Bidan Wahyu di Cijantung (dekat rumah). Bu bidan lebih ramah dan perhatian. Bikin nyaman. Selain itu juga lokasinya dekat rumah. Banyak banget yang nanyain sih kenapa mau di bidan? Apalagi dari pihak keluarga aku kebanyakan langganan di RS. Ya selama bisa lahiran normal, aku lebih pingin di bidan karena terasa lebih homey, orang-orangnya juga ramah dan kitanya kayak diperhatiin banget, jadinya bisa ngerasa lebih rileks. Lokasinya pun dekat rumah, kebayang kalo nanti lagi mau lahiran terus lokasinya jauh kan gak enak. Tapi di bidan gak bisa USG (bisa sih, tapi di bidan aku Spog nya cuma ada seminggu sekali apa 2 minggu sekali gitu). Tapi bukan berarti aku berhenti kontrol dengan Spog. Tetep ke Spog dan tetep USG dooong.  Tetep kontrol rutin ke dokter sesuai anjuran. Aku kontrol dan USG dengan dr. Ardian di MND Clinic, Condet. Bahkan aku tetap USG 4D (tapi mukanya selalu diumpetin sama anaknya lol). Disana, sama-sama dengan Spog yang profesional, alat yang bagus, gak antri lebay, dan harga yang 3x lipat lebih murah daripada di RS. Ini lumayan banget sih mengingat gak ada asuransi yang nanggung biaya kontrol aku di RS dan semakin kesini juga kontrolnya harus makin sering (2 minggu sekali, lalu seminggu sekali). Jadi daripada terbuang percuma, mending buat beli keperluan debay yang lain. Tapi semua itu tergantung riwayat kesehatan dan preferensi masing-masing hihi yang penting lahiran lancar, bayi & ibunya sehat yaaa buibuk :)

Saat UK 38w, berat badan janinku terbilang cukup berat yaitu 3.281gr sehingga dianjurkan untuk mengurangi makanan manis dan asin. Rasanya semua berbanding terbalik dengan kehamilan trimester pertama. Dulu gak napsu makan, tapi harus makan. Sekarang, napsu makan bertambah, tapi makan harus dikurangi. Apalagi selama kehamilan, aku sudah naik 16kg 

Oh ya, jangan lupa merawat tubuh juga yaaa. Sejak trimester 2, mungkin kulit perut akan terasa gatal karena kulit perut meregang. Tipsnya, jangan digaruk karena bisa menimbulkan bekas. Diusap dengan minyak zaitun saja. Beberapa orang juga merekomendasikan mulai memakai krim stretchmark dan memakai bio oil. Selain itu, rajin-rajin membersihkan nipple dengan kapas dan baby oil untuk mempersiapkan masa-masa menyusui nanti.

Sekarang sudah memasuki minggu ke 40. Sedang menunggu kontraksi cinta dari si kecil sambil terus perbanyak jalan kaki, gerakan senam hamil, jongkok-berdiri, dan induksi alami dibantu suami. Selain usaha di atas, perlu juga untuk tetap happy. Karena bisa memicu hormon oksitosin yang diperlukan untuk persalinan nanti. Makanya ketika 37w, suami sempatkan untuk mengajakku liburan singkat ke luar kota. Tapi balik lagi ya, kondisi setiap ibu hamil berbeda. Semua harus dikonsultasikan ke tenaga medis yang berpengalaman terlebih dahulu.

Bismillahirrahmaanirrahiim. Semoga bisa lancar & normal proses persalinanku, serta sehat bayi dan ibunya. Semoga para calon ibu dan ibu ibu di luar sana yang lagi hamil juga dilancarkan yaaa kehamilan dan persalinannya. Untuk yang masih menunggu momongan juga semoga segera diberikan. Aamiin :)

No comments:

Post a Comment